Hembusan angin mulai menerpa wajahnya yang cantik nan manis itu. Gadis yang berasal dari keluarga terpandang nan kaya raya. Zyla adalah seorang anak pengusaha yang sukses baik dalam negeri maupun luar negeri. Zyla bagai memiliki kesempurnaan dalam hal fisiknya, zyla mempunyai wajah yang mulus tanpa ada noda sedikit pun,kulit yang putih dan terawat, rambutnya yang berwarna kecoklatan, dan tinggi yang ideal bagi setiap wanita. Namun kesempurnaan yang dimiliki nya tidak dapat membuat semua orang melihat baik terhadap zyla, karena sikap dan watak zyla yang kurang baik. Zyla tidak sedikit membully teman-teman yang ada di sekolahnya, siapa saja yang menandinginya tidak segan zyla akan membully nya.
Hari ini zyla akan pergi meunju sekolah,zyla memakai ikat rambut hingga memamerkan leher indahnya. Perlu diketahui bahwa zyla adalah anak penyumbang terbesar di tempatnya bersekolah, maka tidak heran jika zyla di takuti oleh teman-temannya
zyla hanya sendirian dan tidak mempunyai teman.
Tibalah zyla di dalam kelas pada mata pelajaran geografi, dan zyla diberikan tugas penelitian berkelompok yang masing-masing anggota nya terdiri dari teman sekelasnya yaitu: zyla,riri,sheeren,kila,dan renna. Di dalam kelas zyla hanya terduduk santai sejenak mengedarkan pandangan kepada orang-orang yang tengah sibuk untuk mempersiapkan tugas penelitiannya.
Zyla adalah anak yang cuek dan dingin terlebih lagi saat orang tengah berkumpul untuk membicarakan apa saja persiapan penelitian zyla tengah sibuk sendiri dengan music yang selalu mengalun dalam headsetnya. “zyla kamu ada usulan nggak untuk persiapan penelitian kelompok kita besok?” teriak sheeren yang cukup jauh dari tempat zyla duduk. “intinya gue terima jadi,” ucap zyla santai. Semua teman kelompoknya menggelengkan kepala dengan sikap zyla. “kamu dari tadi nggak ada yang di kerjain kan la, kita berkelompok harusnya ngumpul sini saling tukar pendapat.” Sergah riri. Lalu zyla yang merasa dirinya di komen oleh riri, hanya pergi meninggalkan kelas yang seperti pasar tanah abang ributnya. Zyla tipe orang yang tidak suka ketenangannya diganggu. Tibalah zyla di taman belakang sekolahnya, disana zyla ingin berbaring sambil mendengar lagu favorite nya. Namun ada sosok gadis yang berhasil membuat matanya tertuju dan mendekat untuk menyingkirkannya. Gadis itu tampak seorang kutu buku dengan kaca mata tebalnya serta tumpukan buku di hadapan gadis itu.
“heh, lo tau siapa gue kan? Mending lo kosongin taman ini sebelum lo nangis!” ucap zyla dengan nada tinggi. Gadis itu yang menyadari bahwa zyla berucap kepadanya. Sontak gadis itu kaget dengan ucapan zyla.
“ma..maaf saya disini hanya ingin mengerjakan tugas saya, jikalau kamu ingin duduk bersama marilah,.kursinya kan panjang,” ucap gadis itu sambil menepuk kursi yang ia duduki untuk mengajak zyla. Zyla yang di ajak duduk tidak mengindahkan jawaban gadis itu. “gue minta lo pergii!” teriak zyla dengan wajah marah. Gadis itu lantas memeluk semua bukunya dan terjatuh lalu bangkit, ia merasa ketakutan akan kehadiran zyla.
Zyla berbaring dan mendengarkan music yang mengalun di headsetnya, sesekali ia memejamkan mata. Terlintas di benak zyla akan sosok mamanya yang tidak pernah ia lihat bahkan merasakan pelukan seperti anak-anak yang lainnya zyla sangat ingin. Zyla seperi ini bukan karena keinginannya namun karena segala luka dalam kehidupannya ia tutupi dengan bersikap seolah kuat tanpa perlu belas kasih.
Selama hidup zyla serba mewah dan berkecukupan. Semua itu tidak ada artinya kata zyla jikalau mamanya tidak ada. Zyla merindukan orang yang telah membawanya ke dunia ini, zyla menginginkan arahan dari sosok mama seperti anak yang lainnya. Semua itu hanya mimpi, dan zyla hanya bisa menjadikan harapannya itu sebagai mimpi tanpa tahu cara menggapainya. …
orang orang tak pernah tahu mengapa zyla bertingkah seperti ini, ya karena zyla ingin dirinya diperhatikan dan dengan kesendiriannya ia tak mau di injak-injak oleh siapa pun.
next(part 2)👋



